Membangun WLAN dengan OS linux

Teknik Instalasi WLAN di Linux

Onno W. Purbo

Perangkat Wireless LAN (WLAN) menjadi menarik untuk menggantikan saluran Telkom khususnya untuk komunikasi 24 jam ke Internet pada kecepatan tinggi. Kecepatan perangkat WLAN yang umum digunakan rekan-rekan adalah 1-11Mbps pada frekuensi 2.4GHz; pada saat ini telah keluar beberapa produk WLAN yang bekerja pada kecepatan 54-100Mbps pada frekuensi 2.4 & 5-5.8GHz. Harga peralatan WLAN semakin hari semakin murah, memang pada hari ini card WLAN masih hampir 2 kali harga modem eksternal.

Dengan semakin murah peralatan WLAN tersebut, menjadi menarik untuk menginstalasi peralatan tersebut untuk keperluan pembangunan akses Internet tidak hanya di kantor atau WARNET tapi juga di rumah atau RT/RW net yang telah dilakukan sendiri oleh penulis di rumah.

Untuk menjamin kinerja jaringan yang baik, sebaiknya sistem operasi Linux digunakan di gateway WLAN bukan Windows. Linux memiliki lebih banyak fasilitas untuk keperluan jaringan, seperti fasilitas firewall, routing, proxy yang jauh lebih baik dari Windows. Pada kesempatan ini akan saya coba jelaskan cara penambahan driver WLAN SAMSUNG MagicLAN SWL 2000P pada Linux Mandrake 8.0 agar dapat berfungsi sebagai gateway antara LAN di kantor / warnet / rumah ke Internet.

Saya berasumsi, para pembaca sudah cukup familiar dengan cara instalasi Linux, khususnya Linux Mandrake 8.0 yang sangat mudah & cukup reliable. Agak berbeda dengan teknik instalasi Windows, teknik instalasi di Linux yang akan diterangkan disini kehilangan kecantikan Windows-nya, karena semua akan dilakukan menggunakan teks mode. Beberapa tahapan & langkah yang perlu dilalui untuk menjadikan gateway WLAN Linux adalah sebagai berikut.


Tahap Persiapan.

· Siapkan komputer yang akan dijadikan gateway WLAN yang akan di operasikan 24 jam ke Internet. Spesifikasi komputer gateway yang saya gunakan di rumah adalah:

o Pentium II 166MHz, 64MB RAM, HardDisk 3Gbyte.

o Ethernet (LAN Card) beserta kabel UTP secukupnya.

o Hub 10Mbps (bekas sekitar Rp. 25-50.000,-).

o Monitor yang tidak terlalu bagus, menggunakan card video S3 2Mbyte.

o CDROM drive (saya menggunakan kecepatan 8x).

· Instalasi antenna 2.4GHz beserta kabel coax-nya. Sebaiknya instalasi antenna meminta pertolongan dari vendor peralatan 2.4GHz, biasanya bisa dihubungi di mailing list seperti indowli@yahoogroups.com & asosiasi-warnet-broadband@yahoogroups.com.

· Siapkan card WLAN SAMSUNG MagicLAN SWL 2000P, jangan di masukan ke komputer sampai proses instalasi software selesai.

· Siapkan software driver WLAN yang dibutuhkan, ada beberapa tempat untuk memperoleh driver WLAN di Linux, di antaranya adalah:

o http://www.magiclan.com (ini adalah tempat official driver SWL 2000P).

o http://www.linux-wlan.com

o http://www.hpl.hp.com/personal/Jean_Tourrilhes/Linux/Linux.Wireless.drivers.html

o http://www.hpl.hp.com/personal/Jean_Tourrilhes/Linux/Tools.html

Pengalaman saya menunjukan bahwa driver asli dari www.magiclan.com akan berjalan dengan baik untuk SAMSUNG MagicLAN SWL 2000P terutama untuk kernel 2.2.x. Sialnya, Mandrake 8.0 menggunakan kernel 2.4.x, jadi kita perlu sedikit melakukan hacking agar dapat beroperasi dengan baik.

· Koordinasi dengan pihak ISP untuk memperoleh informasi yang cukup tentang:

o ESSID yang harus digunakan.

o IP address PC kita.

o IP address gateway di ISP.

o Channel / Frekuensi.

o DNS Server.


Tahap Instalasi Linux di PC gateway.

· Proses instalasi Linux di PC gateway tidak ada yang terlalu istimewa.

· Pastikan software pendukung untuk operasi gateway di pilih untuk di instalasi, software tersebut adalah postfix, squid, fetchmail, telnet, iproute2, kernel-pcmcia, wireless-tools, install paket development (source code & compiler). Bagian ini cukup fatal, ke gagalan dalam instalasi software ini, sering kali menyulitkan kita di kemudian hari.

· Perlu di aktifkan card ethernet LAN & berikan IP 192.168.0.1 untuk memudahkan Internet Connection Sharing pada Mandrake 8.0 pada tahap selanjutnya.

· Pada Pentium II 166MHz & CD drive 8x dibutuhkan waktu antara 45-60 menit untuk menyelesaikan seluruh proses instalasi, tergantung option yang dipilih.


Tahap Compiling & Instalasi Driver WLAN

· SAMSUNG memberikan dua (2) driver, yaitu swld11_cs-1.21.tar.gz (untuk PCMCIA card) & swldpc11_1.21.tar.gz (untuk PCI card). Kebetulan card yang saya gunakan berbentuk card PCI.

· Bagi anda yang menggunakan Mandrake 8.0 & telah di instalasi kernel-pcmcia pada saat instalasi, maka tidak perlu lagi mengambil David Hind PCMCIA package source di http://pcmcia-cs.sourceforge.net/. Biasa-nya sudah tersedia di bawah direktori /usr/src/linux/pcmcia-cs-3.1.25.

· Copykan driver SWL 2000P ke direktory di bawah /usr/src/linux/pcmcia-cs-3.1.25.

· Buka kompresi driver tersebut dengan perintah:

# tar zxvf swldpc11_1.21.tar.gz

· Lakukan konfigurasi dengan

# make config

yang perlu di perhatikan pada saat make config adalah

o Linux source directory adalah /usr/src/linux

o Kernel specific option [2] Read from the Linux source tree

· Lakukan sedikit hack untuk kernel 2.4.x.

o Pindah ke directory /usr/src/linux/pcmcia-cs-3.1.25/clients/

o Edit file swldpc11_cs.mk

o Di baris ke tiga (3) dari bawah ada kalimat @mkdir –p .depfiles; dst …

o Berikan tanda # di muka baris tersebut.

· Pindah ke direktori /usr/src/linux/pcmcia-cs-3.1.25. Compile & Install driver SWL 2000P, dengan:

# make all

# make install

· Selesai sudah proses instalasi driver SWL 2000P yang dibutuhkan, selanjutnya adalah proses setup jaringan-nya.


Tahapan mengkonfigurasi peralatan WLAN.

· Sebagian besar file yang harus di konfigurasi terletak di directory /etc/pcmcia. Pindah ke directory /etc/pcmcia. Beberapa parameter di file config.opts, network.opts & wireless.opts bisa saling overlap.

· Edit file /etc/pcmcia/config.opts. Beberapa contoh parameter yang perlu di tambahkan:

o Untuk jaringan ke ISP

module “swldpc11_cs” opts “networkmode=1 essid=ispnet”

o Untuk menaikan reliabilitas turunkan MTU & naikan Access Point Density.

module “swldpc11_cs” opts “mtu=500 apdensity=3”

Daftar lengkap parameter akan dilampirkan di bawah.

· Edit file /etc/pcmcia/network.opts. Configurasikan IP address, gateway & DNS ISP misalnya sebagai berikut (mohon di konfirmasikan ke ISP anda):

*,*,*,*)

IF_PORT=”"

BOOTP=”n”

IPADDR=”10.0.0.5″

NETMASK=”255.255.255.0″

NETWORK=”10.0.0.0″

BROADCAST=”10.0.0.255″

GATEWAY=”10.0.0.1″

DOMAIN=”domain.org”

DNS_1=”dns1.domain.org”

;;

· Edit file /etc/pcmcia/wireless.opts untuk mengkonfigurasi hal yang berkaitan dengan jaringan wireless (parameter yang sama dapat di set di /etc/pcmcia/config.opts), seperti contoh:

*,*,*,*)

INFO=”SAMSUNG 11Mbps WLAN”

#ESSID (extended network name) : My Network, any

ESSID=”test3″

# Operation mode : Ad-Hoc, Managed

MODE=”Managed”

# Frequency or channel : 1, 2 (channel);2.422G, 2.46G (frequency)

CHANNEL=”4″

# Bit rate : auto, 1M, 11M

RATE=”auto”

# Encryption key : 4567-89AB-CD, s:password

KEY=”883e-aa67-21 [1] key 5501-d0da-87 [2] key 91f5-3368-6b [3] key 2d73-31b7-96 [4]“

# Other iwconfig parameters : power off, ap 01:23:45:67:89:AB

IWCONFIG=”power on”

;;

· Selesai sudah tahapan konfigurasi card WLAN.

· Matikan PC gateway. Masukan card WLAN SAMSUNG ke slot PCI yang masih sisa, sambungkan antenna ke card WLAN.

· Perhatikan jangan menyalakan PC gateway, jika antenna tidak tersambung ke card WLAN karena semua daya pancar akan terpantul kembali ke card & bukan mustahil akan menghancurkan card.


Beberapa tip untuk troubleshooting

Jika card SAMSUNG 11Mbps telah dimasukan ke slot-nya, card manager akan mengeluarkan suara beep dengan nada yang berbeda untuk memberikan indikasi keberhasilan / kegagalan yang terjadi pada saat konfigurasi.

o Dua nada tinggi.

Card berhasil di identifikasi & di konfigurasi dengan baik.

o Nada tinggi di awal, di ikuti nada rendah di akhir.

Card berhasil di identifikasi, tapi gagal di konfigurasi. Sebaiknya lihat message di /var/log untuk melihat kesalahan pada saat konfigurasi PCMCIA.

o Satu nada rendah.

Card gagal teridentifikasi. Jalankan “cardctl ident” untuk melihat informasi adapter PnP yang ada.

Monitoring kinerja WLAN

Untuk monitoring kinerja WLAN dapat digunakan program

# iwconfig eth0

Contoh keluaran dari perintah tersebut adalah

eth0 SAMSUNG WLAN ESSID:”ISPNET” Nickname:”warok”

Channel:6 Sensitivity:3/3 Mode:Managed

Access Point: 00:40:05:DE:27:EC

Bit Rate=11Mb/s RTS thr=150 B Fragment thr=2346 B

Encryption key:off

Power Management:off

Link quality:0/92 Signal level:27/153 Noise level:0/153

Rx invalid nwid:0 invalid crypt:0 invalid misc:0

Beberapa hal yang perlu di perhatikan adalah Signal level (makin besar makin baik), Link quality (makin besar makin baik) & Noise level (makin kecil makin baik).

Bagi anda yang cukup rajin untuk browsing ke http://www.sourceforge.net akan menemukan beberapa software public domain yang lebih memudahkan anda memonitor peralatan wireless tsb. Saya sendiri lebih banyak menggunakan program Multi Router Traffic Grapher (MRTG) untuk memonitor kinerja gateway.

Beberapa Parameter Modul

networkmode

Pilih time jaringan 802.11

1 = Infrastructure Mode(default)

3 = Ad-hoc Mode

stationname

Nama stasiun

essid

Network name (SSID)

Pada mode ad-hoc akan menset nama independent network. Jika menggunakan access point akan menset SSID yang di sukai.

txrate

Mengatur kecepatan transmit

1 = fixed 1Mbps

2 = fixed 2Mbps

3 = auto select 1 or 2

4 = fixed 5.5Mbps

8 = fixed 11Mbps

15 = Fully Auto(default)

psmode

Power Saving Mode

(jika mode ini di enable, biasanya truput akan buruk)

0 = disabled(default)

1 = enabled

channel

Kanal frekuensi, pada mode ad-hoc.

4 = default

Jika menggunakan akses point dapat di ubah antara kanal 1-13.

apdensity

Access Point density (sensitivity)

Set densitas akses point di jaringan, hal ini akan mempengaruhi kemampuan roaming modem.

1 = low density (default)

2 = medium density

3 = high density

threshold

Medium reservation (RTS/CTS frame length)

500 = hidden stations

2347 = no RTS/CTS (default)

range yang valid: 0-2347

fragthresh

Mendefinisikan jumlah byte yang akan dikirim sebelum proses fragmentasi di lakukan.

2346 = default

range: 256-2346 (angka genap saja!)

mtu

Maximum transfer unit

1500 = default

range yang valid: 256-2296

Februari 20, 2008 at 6:33 am Tinggalkan komentar

Menampilkan isi file .dat dengan php

<?php
Echo “Menampilkan isi File daptar.dat
“;
//untuk menampilkan file
if($file=fopen(“daptar.dat”,”r”))
{
while(!feof($file))
{
$string=fgets($file,255);
echo($string);
}
fclose($file);
}
else
{
echo”File gagal dibuka”;
}
include(“tanggal.php”);
echo”


“;
include(“getdate.php”);
?>

Februari 20, 2008 at 6:24 am Tinggalkan komentar

Membuat fungsi tanggal dengan php

// membuat fungsi tanggal

<?php
//string hari
$hari=20;
//string bulan
$bulan=1;
/string tahun
$tahun=2008;
//string validasi yang digunakan untuk menampilkan tanggal
$validasi=checkdate($bulan,$hari,$tahun);
// Menampilkan Tanggal dan Waktu
echo”Sekarang…
“;
echo”Hari :”,date(l),”
“;
echo”Tanggal :”,date(‘d F Y’),”
“;
//format waktu yang digunakan
echo”Jam :”,date(‘h : i : s A’),”
“;
$jam=getdate();
echo”Selamat “;
if($jam[hours]<=9)
echo”Pagi”;else
if($jam[hours]<=14)
echo”Siang”;else
if($jam[hours]<=19)
echo”Sore”;else
echo”Malam”;
echo”
SEMUA”;

echo”
“;
echo”Tanggal yang dipilih :$hari – $bulan – $tahun
“;
echo”Penulisan Tanggal – “;
//untuk mengetes validasi yang tadi dibuat
if($validasi)
{
echo”Benar”;
}
else
{
echo”Salah”;
}

?>

Februari 20, 2008 at 6:20 am Tinggalkan komentar

Membuat fungsi waktu dengan “getdate”

//membuat fungsi waktu

<?php
// Membuat Waktu
echo”Sekarang Jam :”,date(‘h : i : s A’);
echo”
“;
// Mmembuat Fungsi Getdate
$jam=getdate();
echo”Selamat “;
if($jam[hours]<=9)
echo”Pagi”;
else
if($jam[hours]<=14)
echo”Siang”;
else
if($jam[hours]<=19)
echo”Sore”;
else
echo”Malam”;
//Tulisan yang akan tampil
echo”
semuanya”;

?>

Februari 20, 2008 at 6:09 am Tinggalkan komentar

Mikrotik Step by Step

MIKROTIK STEP BY STEP

by ropix

bl4ck_4n6el@yahoo.com

Sekilas Mikrotik

Mikrotik sekarang ini banyak digunakan oleh ISP, provider hotspot, ataupun oleh pemilik warnet. Mikrotik OS menjadikan computer menjadi router network yang handal yang dilengkapi dengan berbagai fitur dan tool, baik untuk jaringan kabel maupun wireless.

Dalam tutorial kali ini penulis menyajikan pembahasan dan petunjuk sederhana dan simple dalam mengkonfigurasi mikrotik untuk keperluan-keperluan tertentu dan umum yang biasa dibutuhkan untuk server/router warnet maupun jaringan lainya, konfirugasi tersebut misalnya, untuk NAT server, Bridging, BW manajemen, dan MRTG.

Versi mikrotik yang penulis gunakan untuk tutorial ini adalah MikroTik routeros 2.9.27

Akses mirotik:

  1. via console

Mikrotik router board ataupun PC dapat diakses langsung via console/ shell maupun remote akses menggunakan putty (www.putty.nl)

  1. via winbox

Mikrotik bisa juga diakses/remote menggunakan software tool winbox

  1. via web

Mikrotik juga dapat diakses via web/port 80 dengan menggunakan browser

Memberi nama Mirotik

[ropix@IATG-SOLO] > system identity print

name: “Mikrotik”

[ropix@IATG-SOLO] > system identity edit

value-name: name

masuk ke editor ketik misal saya ganti dengan nama IATG-SOLO:

IATG-SOLO

C-c quit C-o save&quit C-u undo C-k cut line C-y paste

Edit kemudian tekan Cltr-o untuk menyimpan dan keluar dari editor

Kalo menggunakan winbox, tampilannya seperti ini:

Mengganti nama interface:

[ropix@IATG-SOLO] > /interface print

Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running

# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU

0 R ether1 ether 0 0 1500

1 R ether2 ether 0 0 1500

[ropix@IATG-SOLO] > /interface edit 0

value-name: name

Nilai 0 adalah nilai ether1, jika ingin mengganti ethet2 nilai 0 diganti dengan 1.

masuk ke editor ketik missal saya ganti dengan nama local:

local

C-c quit C-o save&quit C-u undo C-k cut line C-y paste

Edit kemudian tekan Cltr-o untuk menyimpan dan keluar dari editor

Lakukan hal yang sama untuk interface ether 2, sehingga jika dilihat lagi akan muncul seperti ini:

[ropix@IATG-SOLO] > /interface print

Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running

# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU

0 R local ether 0 0 1500

1 R public ether 0 0 1500

Via winbox:

Pilih menu interface, klik nama interface yg ingin di edit, sehingga muncul jendela edit interface.

 

Seting IP Address :

[ropix@IATG-SOLO] > /ip address add

address: 192.168.1.1/24

interface: local

[ropix@IATG-SOLO] > /ip address print

Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic

# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE

0 192.168.0.254/24 192.168.0.0 192.168.0.255 local

Masukkan IP addres value pada kolom address beserta netmask, masukkan nama interface yg ingin diberikan ip addressnya.Untuk Interface ke-2 yaitu interface public, caranya sama dengan diatas, sehingga jika dilihat lagi akan menjadi 2 interface:

 

[ropix@IATG-SOLO] > /ip address print

Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic

# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE

0 192.168.0.254/24 192.168.0.0 192.168.0.255 local

1 202.51.192.42/29 202.51.192.40 202.51.192.47 public

Via winbox:

Mikrotik Sebagai NAT

Network Address Translation atau yang lebih biasa disebut dengan NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.

Saat ini, protokol IP yang banyak digunakan adalah IP version 4 (IPv4). Dengan panjang alamat 4 bytes berarti terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang tersedia. Jumlah ini secara teoretis adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet. Karena keterbatasan inilah sebagian besar ISP (Internet Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu user dan alamat ini bersifat dinamik, dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap kali user melakukan koneksi ke internet. Hal ini akan menyulitkan untuk bisnis golongan menengah ke bawah. Di satu sisi mereka membutuhkan banyak komputer yang terkoneksi ke internet, akan tetapi di sisi lain hanya tersedia satu alamat IP yang berarti hanya ada satu komputer yang bisa terkoneksi ke internet. Hal ini bisa diatasi dengan metode NAT. Dengan NAT gateway yang dijalankan di salah satu komputer, satu alamat IP tersebut dapat dishare dengan beberapa komputer yang lain dan mereka bisa melakukan koneksi ke internet secara bersamaan.

 

 

 

Misal kita ingin menyembunyikan jaringan local/LAN 192.168.0.0/24 dibelakang satu IP address 202.51.192.42 yang diberikan oleh ISP, yang kita gunakan adalah fitur Mikrotik source network address translation (masquerading) . Masquerading akan merubah paket-paket data IP address asal dan port dari network 192.168.0.0/24 ke 202.51.192.42 untuk selanjutnya diteruskan ke jaringan internet global.

Untuk menggunakan masquerading, rule source NAT dengan action ‘masquerade’ harus ditambahkan pada konfigurasi firewall:

[ropix@IATG-SOLO] > /ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=public   Kalo menggunakan winbox, akan terlihat seperti ini: 

Mikrotik sebagai Transparent web proxy

Salah satu fungsi proxy adalah untuk menyimpan cache. Apabila sebuah LAN menggunakan proxy untuk berhubungan dengan Internet, maka yang dilakukan oleh browser ketika user mengakses sebuah url web server adalah mengambil request tersebut di proxy server. Sedangkan jika data belum terdapat di proxy server maka proxy mengambilkan langsung dari web server. Kemudian request tersebut disimpan di cache proxy. Selanjutnya jika ada client yang melakukan request ke url yang sama, akan diambilkan dari cache tersebut. Ini akan membuat akses ke Internet lebih cepat.

 

Bagaimana agar setiap pengguna dipastikan mengakses Internet melalu web proxy yang telah kita aktifkan? Untuk ini kita dapat menerapkan transparent proxy. Dengan transparent proxy, setiap Browser pada komputer yang menggunakan gateway ini secara otomatis melewati proxy.

 

Mengaktifkan fiture web proxy di mikrotik:

[ropix@IATG-SOLO] > /ip proxy set enabled=yes

[ropix@IATG-SOLO] > /ip web-proxy set

cache-administrator= ropix.fauzi@infoasia.net

[ropix@IATG-SOLO] > /ip web-proxy print

enabled: yes

src-address: 0.0.0.0

port: 3128

hostname: “IATG-SOLO”

transparent-proxy: yes

parent-proxy: 0.0.0.0:0

cache-administrator: “ropix.fauzi@infoasia.net”

max-object-size: 8192KiB

cache-drive: system

max-cache-size: unlimited

max-ram-cache-size: unlimited

status: running

reserved-for-cache: 4733952KiB

reserved-for-ram-cache: 2048KiB

Membuat rule untuk transparent proxy pada firewall NAT, tepatnya ada dibawah rule untuk NAT masquerading:

[ropix@IATG-SOLO] > /ip firewall nat add chain=dstnat in-interface=local src-address=192.168.0.0/24 protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=3128

[ropix@IATG-SOLO] > /ip firewall nat print

Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic

0 chain=srcnat out-interface=public action=masquerade

1 chain=dstnat in-interface=local src-address=192.168.0.0/24 protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=3128

Pada winbox:

1. Aktifkan web proxy pada menu IP>Proxy>Access>Setting ( check box enable)

2. Setting parameter pada menu IP>Web Proxy>Access Setting>General

3. Membuat rule untuk transparent proxy pada menu IP>Firewall>NAT

Transparent proxy dengan proxy server terpisah/independent

Web Proxy built in MikroTik menurut pengamatan saya kurang begitu bagus dibandingkan dengan proxy squid di linux, squid di linux lebih leluasa untuk dimodifikasi dan diconfigure, misalkan untuk feature delay-pool dan ACL list yang berupa file, belum ada di mikrotik seri 2.9.x.

Biasanya kebanyakan orang lebih suka membuat proxy server sendiri, dengan PC Linux/FreeBSD dan tinggal mengarahkan semua client ke PC tersebut.

Topologi PC proxy tersebut bisa dalam jaringan local ataupun menggunakan ip public.

Konfigurasinya hampir mirip dengan transparent proxy, bedanya adalah pada rule NAT actionnya yaitu sbb:

Dalam contoh diatas 192.168.0.100 adalah IP proxy server port 8080

Mikrotik sebagai bandwidth limiter

Mikrotik juga dapat digunakan untuk bandwidth limiter (queue) . Untuk mengontrol mekanisme alokasi data rate.

Secara umum ada 2 jenis manajemen bandwidth pada mikrotik, yaitu simple queue dan queue tree. Silahkan gunakan salah satu saja.

 

Tutorial berikutnya semua setting mikrotik menggunakan winbox, karena lebih user friendly dan efisien.

 

Simple queue:

Misal kita akan membatasi bandwidth client dengan ip 192.168.0.3 yaitu untuk upstream 64kbps dan downstream 128kbps

Setting pada menu Queues>Simple Queues

 

Queue tree

Klik menu ip>firewall>magle

 

 

 

Buat rule (klik tanda + merah) dengan parameter sbb:

Pada tab General:

Chain=forward,

Src.address=192.168.0.3 (atau ip yg ingin di limit)

Pada tab Action :

Action = mark connection,

New connection mark=client3-con (atau nama dari mark conection yg kita buat)

Klik Apply dan OK

 

 

Buat rule lagi dengan parameter sbb:

Pada tab General: Chain=forward,

Connection mark=client3-con (pilih dari dropdown menu)

Pada tab Action:

Action=mark packet,

New pcket Mark=client3 (atau nama packet mark yg kita buat)

Klik Apply dan OK

 

Klik menu Queues>Queues Tree

 

 

 

 

 

Buat rule (klik tanda + merah) dengan parameter sbb:

 

Pada tab General:

Name=client3-in (misal),

Parent=public (adalah interface yg arah keluar),

Paket Mark=client3 (pilih dari dropdown, sama yg kita buat pada magle),

Queue Type=default,

Priority=8,

Max limit=64k (untuk seting bandwith max download)

Klik aplly dan Ok

 

Buat rule lagi dengan parameter sbb:

Pada tab General:

Name=client3-up (misal),

Parent=local (adalah interface yg arah kedalam),

Paket Mark=client3 (pilih dari dropdown, sama yg kita buat pada magle),

Queue Type=default,

Priority=8,

Max limit=64k (untuk seting bandwith max upload)

Klik aplly dan Ok

Mikrotik sebagai Bridging

Bridge adalah suatu cara untuk menghubungkan dua segmen network terpisah bersama-sama dalam suatu protokol sendiri. Paket yang diforward berdasarkan alamat ethernet, bukan IP address (seperti halnya router). Karena forwarding paket dilaksanakan pada Layer 2, maka semua protokol dapat melalui sebuah bridge.

Jadi analoginya seperti ini, anda mempunyai sebuah jaringan local 192.168.0.0/24 gateway ke sebuah modem ADSL yg juga sebagai router dengan ip local 192.168.0.254 dan ip public 222.124.21.26.

Anda ingin membuat proxy server dan mikrotik sebagai BW management untuk seluruh client. Nah mau ditaruh dimanakan PC mikrotik tersebut? Diantara hub/switch dan gateway/modem? Bukankah nanti jadinya dia sebagai NAT dan kita harus menambahkan 1 blok io privat lagi yang berbeda dari gateway modem?

 

 

Solusinya mikrotik di set sebagai bridging, jadi seolah2 dia hanya menjembatani antar kabel UTP saja. Topologinya sbb:

 

Internet———-Moderm/router———–Mikrotik——–Switch/Hub—–Client

 

Setting bridging menggunakan winbox

1. Menambahkan interface bridge

Klik menu Interface kemudian klik tanda + warna merah untuk menambahkan interface, pilih Bridge

memberi nama interface bridge, missal kita beri nama bridge1

2. menambahkan interface ether local dan public pada interface

Klik menu IP>Bridge>Ports , kemudian klik tanda + untuk menambahkan rule baru:

Buat 2 rules, untuk interface local dan public.

 

 

 

3. Memberi IP address untuk interface bridge

Klik menu IP kemudian klik tanda + untuk menambahkan IP suatu interface, missal 192.168.0.100, pilih interface bridge1 (atau nama interface bridge yang kita buat tadi)

Dengan memberikan IP Address pada interface bridge, maka mikrotik dapat di remote baik dari jaringan yg terhubung ke interface local ataupun public.

 

Mikrotik sebagai MRTG / Graphing

Graphing adalah tool pada mokrotik yang difungsikan untuk memantau perubahan parameter-parameter pada setiap waktu. Perubahan perubahan itu berupa grafik uptodate dan dapat diakses menggunakan browser.

Graphing dapat menampilkan informasi berupa:

* Resource usage (CPU, Memory and Disk usage)

* Traffic yang melewati interfaces

* Traffic yang melewati simple queues

 

Mengaktifkan fungsi graping

Klik menu Tool >Graphing>Resource Rules

Adalah mengaktifkan graphing untuk resource usage Mikrotik. Sedangkana allow address adalah IP mana saja yang boleh mengakses grafik tersebu,. 0.0.0.0/0 untuk semua ip address.

Klik menu Tool>Graphing>Interface Rules

Adalah mengaktifkan graphing untuk monitoring traffic yang melewati interface, silahkan pilih interface yg mana yang ingin dipantau, atau pilih “all” untuk semua.

 

Graphing terdiri atas dua bagian, pertama mengumpulkan informasi/ data yang kedua menampilkanya dalam format web. Untuk mengakses graphics, ketik URL dengan format http://[Router_IP_address]/graphs/ dan pilih dari menu-menu yang ada, grafik mana yang ingin ditampilkan.

Contoh hasil grafik untuk traffic interface public:

 

 

Demikian, tutorial yang sedikit penulis sampaikan untuk sekedar membagi ilmu atau menyederhanakan untuk memudahkan pemahaman dari tutorial yang sudah tersedia di situs resmi mikrotik.

Kritik, saran dan pertanyaan silahkan email ke bl4ck_4n6el@yahoo.com

 

 

 

 

Referensi:

http://www.mikrotik.com/testdocs/ros/2.9/

http://www.indonesiacyber.net/ropix/index.php?pilih=lihat&id=213

 

 

 

 

Februari 13, 2008 at 11:50 am Tinggalkan komentar

Akhirnya Jadi Juga…!!!

ok…

silahkan mencari ilmu di blog ini dan bebas posting apa aj!

Februari 13, 2008 at 2:46 am 1 komentar


Tutorial


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.